Wajah anak-anak di Epubele, Desa Horowura, Kecamatan Adonara Tengah, tampak ceria saat menghadiri pembukaan Pondok Baca Pustaka Bambu pada Sabtu, 11 Maret 2022. Pondok Baca ini mulai dibuka setelah melalui proses panjang pembangunan sejak tahun 2016 silam.
Anak-anak dampingan Komunitas Pustaka Bambu ini tampak berebutan buku-buku bacaan yang tersusun rapi di rak buku dalam pondok baca seluas 4 x 4 meter persegi ini. Selain majalah anak-anak, terdapat pula koleksi buku bacaan lain seperti komik dan buku pelajaran sekolah dasar.
Mereka berjejer membaca di halaman Pondok Baca Pustaka Bambu, sambil sesekali berbincang dengan teman-teman. Koordinator Umum sekaligus pendiri Pondok Baca Pustaka Bambu, Andri Atagoran, mengatakan, pondok baca ini merupakan satu di antara tiga program yang sedang dijalankan Komunitas Pustaka Bambu saat ini.
“Kamin ingin menciptakan sebuah kebiasaan dengan harapan nanti akan menjadi sebuah budaya di lingkungan ini yakni budaya membaca. Ini merupakan awal yang baik, tentu dengan dukungan dari semua pihak baik orangtua, guru di sekolah dan pemerintah,” kata Andri.
Saat ini Pondok Baca Pustaka Bambu memiliki 500 koleksi buku bacaan. Sebagian telah tersusun di rak buku, sementara sebagian lainnya masih tersimpan rapi di gudang. “Semua buku-buku ini kami datangkan dari Jakarta berkat bantuan teman-teman relawan di sana,” ujar Andri.
Selain menjadi tempat baca, Pondok Baca Pustaka Bambu juga akan menjadi pusat kegiatan literasi dengan berbagai kegiatan kreatif yang nantinya akan dikemas oleh pengurus dan anggota komunitas.
Andri menuturkan, Pondok Baca ini didirikan dalam waktu yang cukup lama yakni sekitar tujuh tahun. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran yang mereka miliki. Namun semangat dan tekat yang kuat untuk menghidupkan budaya membaca, Andri dan teman-temannya tetap teguh dan perlahan mebangun komunitas ini.
Menurut Andri, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana menghidupkan aktifitas Komunitas Pustaka Bambu melalui berbagai kegiatan kreatif. “Ini menjadi satu alasan kenapa kami mendirikan sebuah Pondok Baca. Supaya akfititas komunitas itu bisa hidup dan terpusat di satu tempat dan perlahan-lahan merambat ke tempat yang lain,” imbuhnya.
Selain Pondok Baca, Komunitas Pustaka Bambu juga menjalankan dua program lainnya yakni Kelas Bahasa Inggris dan Back to Nature. Saat ini, kelas bahasa Inggris telah berjalan empat hari dalam seminggu dengan tenaga pengajar merupakan anggota Komunitas Pustaka Bambu, Winny Lewowerang.
“Bahasa Inggris menjadi saat penting untuk anak-anak saat ini. Kalau di rumah mereka berbicara dalam bahasa daerah Lamaholot, di sekolah mereka berbicara dalam bahasa Indonesia, maka mereka juga harus punya Bahasa Inggris di sore hari di Pondok Baca Pustaka Bambu,” ujar Andri.
Dengan bisa berbicara dalam Bahasa Inggris, anak-anak punya kesempatan untuk bisa bersaing saat mereka besar dan terjun ke dunia kerja. Tidak hanya itu, Bahasa Inggris menurut Andri juga tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak untuk punya kesempatan belajar ke luar negeri saat mereka menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
“Nah, kalau untuk Back to Nature spiritnya kami ingin mengajak generasi muda untuk mulai peduli tehadap lingkungan hidup dengan kegiatan-kegiatan kreatif dan menyenangkan. Program ini sebenarnya memberikan respon terhadap isu perubahan iklim.
“Jadi di satu sisi kita mendorong anak-anak untuk menemukan talenta dan kemampuan mereka, di sisi lain kami juga ingin mengajak mereka untuk tidak melupakan alam sekitar dan budaya warisan leluhur,” ungkap Andri.
Apa yang dilakukan Komunitas Pustaka Bambu ini diapresiasi wartawan Pos Kupang, Ricko Wawo. Menurut Ricko, Komunitas Pustaka Bambu telah melaui sebuah gerakan literasi dengan konsep yang matang. Dia berharap gerakan ini bisa berdampak banyak pada orang, khususnya anak-anak di Desa Horowura, Pulau Adonara.
“Saya benar-benar melihak keseriusan teman-teman Komunitas Pustaka Bambu untuk gerakan literasi yang terkonsep ini. Gerakan ini harus didukung oleh semua pihak, terutama orangtua di Desa Horowura,” kata Ricko.
Artikel ini telah tayang di Media NTT Expres (https://www.nttmediaexpress.com/region-ntt/4248247870/wajah-ceria-anak-anak-saat-pembukaan-pondok-baca-pustaka-bambu-di-adonara )