Film “Hope – Strive from Climate Strike” yang disutradarai Yoris Wutun berhasil menyabet juara 1 University of Toronto Sustainability Film Festival (UTSFF) 2023, yang diumumkan pada Jumat, 31 Maret 2023.
Film ini bercerita tentang dampak bencana iklim siklon topis seroja di Lembata dan Adonara pada penduduk lokal dan dunia pendidikan.
Yoris mengatakan, timnya menghadirkan tiga isu dalam film yang diikutertakan dalam kompetisi ini. Ketiga isu itu adalah Quality Education/SDG’S No. 4); Climate Action/SDG’s No. 13; dan Partenrship for the Goals/SDG’s No. 17).
“Terkait Climate Action kami menyoroti dampak perubahan iklim yang menjadi penyebab bencana siklon tropis seroja di NTT pada April 2021 serta bencana lainnya sebagai akibat dari perubahan iklim dan dampak turunannya seperti bencana kekeringan, gagal panen, perpindahan paksa penduduk, dan perubahan mata pencaharian,” kata pemuda asal Kabupaten Lembata ini.
Terkait pendidikan, film yang diproduseri Alfred Ike Wurin, konten kreator asal Adonara juga pendiri Lingkar Timur Documentary ini, menyoroti situasi pendidikan darurat serta kondisi belajar yang dialami SDK 1 Lewotolok akibat bencana siklon seroja.
Sementara itu terkait Partenrship for the Goals, mereka menampilkan gerakan komunitas yang diprakarsai generasi muda melalui Pustaka Bambu, sebuah komunitas yang bergerak untuk pendidikan alterantif, literasi dan lingkungan yang berbasis di Horowura, Adonara Tengah.

UTSFF 2023 adalah festival film internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik atas Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goals) di Kampus melalui film.
Festival film ini diselenggarakan oleh MNR Foundation bekerja sama dengan University of Toronto.
Yoris mengungkapkan bahwa awalnya mereka tidak membuat film ini untuk tujuan festival. Tetapi mereka memiliki dokumentasi terkait badai siklon seroja dan beberapa kegiatan komunitas pendidikan di Lembata dan Adonara.
“Dalam perjalanan, saya menemukan informasi terkait festival film ini yang mensyaratkan adanya 3 isu SDGs dalam film. Kami kemudian menghadirkan ketiga isu itu dalam sebuah film untuk diikutertakan dalam kompetisi,” ungkap Yoris.
Penyelenggara berhasil menghimpun puluhan film dari berbagai negara, sementara 10 film terbaik telah ditayangkan pada malam penghargaan (awarding night) yang dilaksanakan pada Jumad, 31 Maret 2023 pukul 16:00-19:00 waktu Toronto.
Para filmmakers yang filmnya masuk nominasi resmi (official nomination) juga disertakan untuk berbagi tentang film yang dibuat bersama mahasiswa Universitas Toronto dan partner.
Pada akhir acara, panitia mengumumkan kejuaraan berdasarkan voting. Selanjutnya, film-film yang masuk nominasi resmi akan ditayangkan dan didiskusikan dalam festival film selama satu minggu di Toronto.
Film “Hope – Strive from Climate Strike” berhasil menempati urutan pertama menyisihkan film-film dari negara lain seperti Kanada, Pakistan, Nigeria dan Brazil.